Palembang (Sumatera Selatan),MediaRajaSultan.com— Ketua Umum DPP Forum Cakar Sriwijaya Sumatera Selatan, Gery Hari Wijaya, menegaskan komitmennya untuk menghapus segala bentuk jiwa premanisme yang masih melekat pada sebagian anggota di tubuh organisasi Forum Cakar Sriwijaya.
Menurutnya, perubahan tersebut bukan sekadar pembenahan perilaku di permukaan, melainkan sebuah gerakan pembenahan mental, moral, karakter, dan pola pikir anggota secara menyeluruh hingga ke akar-akarnya.
Gery Hari Wijaya menegaskan bahwa Forum Cakar Sriwijaya tidak boleh dijadikan wadah untuk menunjukkan kekuatan, menebar ketakutan, melakukan intimidasi, ataupun membenarkan tindakan yang bertentangan dengan hukum dan nilai-nilai agama.
Sebaliknya, organisasi harus menjadi tempat lahirnya pribadi-pribadi yang memiliki tanggung jawab, akhlak, kepedulian sosial, serta keberanian dalam membela kebenaran melalui cara-cara yang bermartabat.
“Jiwa premanisme harus kita hapus sampai ke akar-akarnya. Kita tidak ingin Cakar Sriwijaya hanya dikenal karena keberanian dan kekuatan, tetapi harus dikenal karena akhlak, kepedulian, dan manfaatnya bagi masyarakat. Kekuatan organisasi harus menjadi pelindung bagi yang membutuhkan, bukan menjadi sumber ketakutan,” tegas Gery.
Ia juga menyampaikan bahwa arah perjuangan Forum Cakar Sriwijaya ke depan akan lebih difokuskan pada kegiatan keagamaan, sosial kemasyarakatan, kepedulian terhadap umat, serta menjaga keharmonisan di tengah kehidupan masyarakat.
Melalui kegiatan seperti Jumat Berbagi, santunan sosial, bantuan kemanusiaan, kegiatan keagamaan, dan berbagai aksi kepedulian lainnya, Forum Cakar Sriwijaya diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Sumatera Selatan.
Bagi Gery, organisasi kemasyarakatan harus mampu menjadi jembatan persaudaraan, bukan memperlebar permusuhan. Perbedaan harus disikapi dengan kedewasaan, sementara setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui musyawarah, pendekatan hukum, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak diukur dari seberapa besar pengaruh atau jumlah anggotanya semata, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
“Kita ingin membangun Cakar Sriwijaya yang kuat dalam persaudaraan, teguh dalam agama, santun dalam tindakan, dan hadir dalam setiap kebutuhan masyarakat. Jangan sampai nama besar organisasi justru kehilangan makna karena perilaku segelintir orang,” ungkapnya.
Langkah pembenahan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa Forum Cakar Sriwijaya Sumsel ingin menempatkan nilai agama, kemanusiaan, persatuan, dan kedamaian sebagai fondasi utama dalam menjalankan roda organisasi.
Dengan semangat perubahan tersebut, Gery Hari Wijaya berharap seluruh jajaran DPP, DPD, DPC, hingga PAC dapat bergerak dalam satu tujuan, yakni menjadikan Forum Cakar Sriwijaya sebagai organisasi yang bermartabat, religius, humanis, dan senantiasa memberikan kontribusi positif bagi umat dan masyarakat luas.







